Ada satu momen di hampir setiap proyek ketika seseorang berkata situsnya terasa agak statis. Jawaban biasanya adalah menambah gerakan: elemen meluncur masuk saat digulir, angka yang menghitung naik, judul yang menyusun dirinya huruf demi huruf.
Sebagian membantu. Sebagian besar memakan waktu pengunjung dan tidak memberi apa pun sebagai gantinya.
Uji yang jujur
Gerak layak ada ketika ia menjelaskan sesuatu yang tanpanya akan menjadi potongan mendadak.
Panel yang meluncur keluar dari tombol yang membukanya memberi tahu Anda dari mana ia datang dan ke mana ia akan kembali. Baris yang memudar saat dihapus memberi tahu bahwa penghapusannya terjadi, jadi Anda tidak bertanya-tanya apakah tadi sudah menekan. Kontrol yang bergeser sedikit di bawah kursor memberi tahu bahwa ia sebuah kontrol.
Bandingkan dengan paragraf yang memudar masuk saat Anda menggulir melewatinya. Ia tidak menjelaskan apa pun. Pembacanya sudah tahu teks itu datang dari mana — ia menggulir ke sana. Satu-satunya yang ditambahkan animasi itu adalah jeda antara tiba dan bisa membaca.
Durasi adalah anggaran
Apa pun yang ditunggu seseorang harus cukup cepat sampai tidak terasa: cukup cepat untuk terbaca sebagai respons, bukan pertunjukan. Sesuatu yang terjadi sendiri — notifikasi yang datang, diagram yang menggambar dirinya sekali — boleh lebih lama, karena tidak ada yang berdiri diam menunggunya selesai.
Kesalahannya adalah membelanjakan anggaran pertama seolah ia anggaran kedua. Menu yang butuh setengah detik untuk membuka terasa lambat empat kali semenit selama situs itu ada.
Dan penundaan bertahap melipatgandakan ongkosnya. Enam item dengan jeda sepersepuluh detik berarti lebih dari setengah detik sebelum yang terakhir bisa dibaca, setiap kali bagian itu masuk ke layar.
Mode gerak minimal bukan hal pinggiran
Sistem operasi punya pengaturannya, orang yang membutuhkannya sudah menyalakannya, dan ia cuma satu media query.
Layak diketahui: kalau gaya dasarnya adalah keadaan tersembunyi dan hanya animasinya yang memunculkan, mematikan animasi bisa membuat kontennya tak terlihat selamanya. Dasarnya harus keadaan akhir, dengan gerak sebagai hal yang menuju ke sana — bukan hal yang membukanya.